Aku dan kata orang

       Seperti apa kamu ini?. Saat ditanya seperti itu saya akan diam dan mulai berfikir. Menjelaskan kepada orang lain tentang diri kita yang sebenarnya itu sulit menurut saya. Kalo menjelaskan diri kita sendiri dengan cara memuji diri kita itu sih gampang. Tapi kalo disuruh menjelaskan tentang diri kita sejujurnya itu lain lagi.

        Saat saya tanya kepada teman-teman seperti apa diri saya ini, jawaban mereka kompak semua. “Koen elek” atau kamu jelek. Entah Teman saya tega semua atau memang muka saya yang akut, entah lah.

          Di #KampusFiksi 10 days writing challenge Hari ke 8 ini, tantangannya adalah menjelaskan 5 fakta yang berlawanan dengan opini orang lain tentang diri sendiri. Kebayang gak gimana serunya?.

Setelah setengah jam di depan cermin mencari fakta tentang diri saya yang tetep gak nemu juga. Dan setelah merenung sekian lama, Mungkin Lima fakta ini yang berlawanan dengan opini orang.

Pemalu

Mungkin Orang sekitar saya menganggap saya ini kepedean, tak tahu malu, muka tembok, dan sebagainya.
Sebenarnya saya ini orangnya pemalu, saya serius. Saya orangnya rame sendiri memang. Mungkin itu untuk menutupi rasa malu saya.
Saya orangnya gak PDan, Mungkin itu yang membuat saya jadi pemalu.

Baperan

Selain pemalu saya ini baperan. Kesanya gak cowok banget ya :D. Tapi ini bener. Baperkan manusiawi bener gak?.
Memang saya gak pernah marah ketika bercandaan teman-teman udah kelewatan. Tapi itu bukanya gak baper. Saya cuma mencoba menjaga perasaan mereka. Tapi ya, teman-teman saya dasarnya udah pada gila. Sekali aja kelihatan yang di bercandain marah maka niscaya, bercandaan mereka semakin mengganas.

Pendiam

Selain pemalu, saya juga pendiam. Gak tau kenapa saya rasa lebih baik diam dari pada bicara tentang hal-hal yang tidak selalu bermutu.
Tapi opini orang mungkin berbeda karena saat saya bertemu teman-teman saya yang “gila” itu. Sifat saya 100 derajat Celsius berubah. Ini adalah tuntutan peran. Jika saya sedikit saja terlihat diam, maka niscaya siksaan mereka dengan bercandaannya akan datang menghampiri.

Sulit menerima orang baru

Karena saat bersama teman-teman saya orangnya rame sendiri. orang mungkin menganggap saya mudah bergaul dan selalu terbuka dengan orang baru. Tapi kenyataannya berbeda. Saya sulit sekali untuk bisa bergaul dengan orang baru.

Mungkin ini yang paling jelek dari sifat saya. Saya sulit menerima orang baru. Saya cenderung curiga dan acuh jika bertemu dengan orang baru. Mungkin ini terjadi karena sifat saya yang pemalu dan pendiam itu.
Tapi yang jelas saya akan belajar untuk menghilangkan sifat jelek saya ini.

pantang menyerah

Opini orang terhadap saya mungkin menganggap saya mudah menyerah dan mudah putus asa. Sukanya main dan ramai sendiri.

Tapi kenyataannya saya gak akan mudah menyerah. Saya cenderung mencari jalan yang lain jika saya rasa jalan yang saya lewati itu mustahil. Memang benar tidak ada yang mustahil, tapi pikiran saya semuanya butuh persiapan. Lebih baik kita berhenti dulu sejenak mempersiapkan apa yang dirasa perlu. selanjutnya kita mulai lagi berjalan. Jika itu tembok, kita tak harus menghancurkanya untuk bisa lewat. Kita bisa pula memanjatnya atau mengitarinya.

Semua tergantung pemikiran kita. Memang benar tidak memperdulikan omongan orang adalah hal yang egois. Tapi kita tidak harus merubah diri kita sama persis dengan apa yang di ingginkan orang lain. Jadilah yang terbaik, bukan yang terbaik menurut mereka.

jangan ubah dirimu hanya agar mereka menyukaimu.

Hebatkanlah dirimu, agar mau tidak mau mereka harus menerimamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s