Kebanggaan dan semangatku

ilustrasi  pencak silat

pencak silat seni @anak-harimau.at

Wah tidak terasa sudah 6 hari berlalu dari #10daysKF dari kampus fiksi writing challenge ini.

   Pertanyaan hari ke enam ini sangat menguras otak saya yang masih belum terbiasa menulis ini.

Tapi apapun yang terjadi saya akan berusaha sebaik mungkin. Kan kenapa kita disebut blogger itu karena kita nulis kan 😀

            ceritakan tentang hal dimana kamu pernah membangakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan

   Memang sesuatu yang menurut kita berharga, belum tentu berharga di mata orang lain. Seseorang kadang meremehkan apa yang kita peroleh dengan susah payah hanya karena menurut mereka itu bisa. Lebih lagi yang paling menjengkelkan, hanya karena yang kita capai berbeda, mereka tidak segan mencemooh bahkan kadang memaki dengan omongan yang menusuk.

       Semua orang pasti pernah mengalami hal ini. Dimana jerih payah yang kita usahakan kadang dengan air mata, tetapi di anggap biasa. bahkan, kadang yang lebih parah dianggap remeh oleh mereka. Tidak terkecuali dengan saya. Tapi masalahnya hal yang di anggap biasa itu kadang cuma bisa dirasakan tapi sulit untuk diungkapkan.  saya bingung mau cerita ini mulai dari mana.

      Saya hidup di pedesaan dengan alam yang bisa di bilang masih asri.
Masyarakatnya masih kental akan adat istiadat yang selalu dipegang teguh. Sebenarnya hal itu baik. Apa yang lebih penting dari Masyarakat yang selalu menjaga apa yang diturunkan oleh leluhur?. saya menerima itu dan saya juga setuju dengan  kebiasaan masyarakat sekitar saya. Tapi karena hal itu, masyarakat sekitar saya jadi kurang terbuka dengan hal-hal yang baru.
        Setiap hari Minggu saya berlatih olahraga beladiri di kampung sebelah. Pencak silat, itu cabang olahraga yang saya sukai. Kesukaan saya dengan olahraga ini datang karena ajakan latihan kakak saya dulu.

      Awalnya dulu saya malas sekali saat diajak untuk berlatih. Apalagi latihan yang terasa berat bagi seorang pemula seperti saya. Pencak silat juga masih terasa tabu di lingkungan saya. Olahraga beladiri asli Indonesia ini bisa dibilang masih belum terkenal seperti beladiri dari negara lain yang masuk Indonesia.
      Perlahan-lahan kesukaan saya dengan olahraga ini tumbuh. kedekatan dengan pelatih dan  teman-teman yang
Terjalin hangat sangat membuat saya betah mempelajari olah raga ini. Perlahan kami menjadi seperti keluarga.  Setelah beberapa waktu, Saya mulai mengikuti lomba-lomba olahraga yang diadakan  di tingkat pemula. Meskipun hanya kaliber kecamatan dan kabupaten, saya tetap semangat dengan lomba-lomba olahraga yang diadakan.

pencak silat tanding

pencak silat tanding

        Meskipun tidak selalu menjadi juara saya tetap semangat untuk mengikuti lomba. Jadi jangan tanya tentang trofi karena saya jarang mendapatkannya. Mengikuti lomba kejuaraan pencak silat adalah sesuatu yang membanggakan menurut saya. Di sana kita berjuang untuk jadi juara. Di sana pula kita mendapat saudara. Hal yang sangat menyenangkan sekali bagi saya.

        Tapi lain sawah lain pula belalangnya. Yang menurut saya sebuah Kebanggaan, menurut orang sekitar saya itu hanyalah buang-buang waktu dan Tidak ada gunanya. Apalagi kesan perkelahian yang notabenenya negatif membuat orang yang tidak tahu menjadi benci tentang apa yang saya sukai ini. Saya sadari memang ketidak tahuan membuat mereka berpresepsi lain. Ditambah sifat orang desa cenderung langsung menolak hal-hal yang dianggap baru dan tabu bagi mereka, tanpa mencoba mendalami atau paling tidak mengetahui apa yang ditolak itu.
Padahal pencak silat adalah warisan asli dari Indonesia.

      Tapi tidak ada perjuangan yang mudah. Ikut undian kipas angin aja gak mudah dapatnya. Memang sekarang persepsi orang sekitar saya tentang pencak silat masih cenderung negatif. Tapi semoga di kemudian hari persepsi itu akan berubah. Yang terpenting adalah kita tetap semangat dengan apa yang kita usahakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s