MyStory: mengurus SKCK ternyata gak sesulit yang di bayangkan!!!

ilustrasi SKCK (polri.go.id)

Dokumen, kita hidup tidak akan bisa lepas dengan yang namanya dokumen, bayangkan saja kita baru lahir saja orang tua kita sudah ribut mengurus dokumen untuk kita. dari mulai surat keterangan kelahiran sampai menjadi akta lahir semua sudah ada alurnya.

Β  Jika dari lahir kita sudah di haruskan mempunyai dokumen sebagai bukti warga negara. saat kita dewasa, dokumen yang kita urus juga semakin bertambah. Mulai dari dokumen untuk kelengkapan studi atau untuk melamar kerja.

Untuk kelengkapan melamar kerja, kemarin saya diharuskan mengurus berbagai dokumen dengan segala macan prosedur yang harus di penuhi. Namanya saja mau kerja ya harus usaha iya kan πŸ˜€

Yang pertama harus saya urus untuk kelengkapan dokumen adalah SKCK. Dengan semangat perjuangan, saya berangkat ke kantor Desa untuk minta surat permohonan skck. Di sini prosesnya sangat cepat. Karena baru pertama, saya minta info kepada petugas Desa tentang apa saja persyaratan yang di butuhkan untuk mengurus skck. Diantaranya FC.kk, FC.ktp, dan foto 4×6 (bukan selfie loh ya πŸ˜€ )

berbekal surat yang di dapat tadi saya berangkat menuju kecamatan untuk meminta surat permohonan lanjutan sebelum ke polsek. Di kecamatan prosesnya juga mudah, meski ekspresi muka para pegawai kecamatan rasanya pait karena tidak ada senyum apa lagi ramah tamah, tapi saya puas dengan pelayanan yang di berikan. Oh iya lupa, buat yang ingin tahu, tempat tinggal saya adalah di kecamatan tutur. Yang ingin tahu googling ya πŸ˜€

Dokumen lengkap, saya menuju polsek untuk meminta surat pengantar untuk mengurus SKCK ke polres. Jika yang di butuhkan hanya SKCK polsek, maka perjalanan anda selesai sampai disini. Tapi yang saya butuhkan adalah SKCK dari polres maka perjalanan masih berlanjut. Setelah di periksa kelengkapan persyaratannya, surat pengantar diberikan. dan perjalanan terakhir adalah menuju polres.

Polres pasuruan letaknya di bangil, wuh jauh. Dari kec.tutur ke polres pasuruan rasanya boring, apalagi saya berangkat sendiri. Tapi demi masadepan yang cerah apapun akan di hadapi *Cielah* :3

Di polres saya langsung menuju unit pelayanan skck, tulisanya gede jadi gak mungkin nyasar, paling muter-muter dulu karena polres pasuruan luas. Di unit pelayanan saya langsung menuju resepsionis, setelah megutarakan keperluan dan menyerahkan dokumen yang tadi di kumpulkan, saya di suruh mengisi data-data semacam riwayat hidup. Di tanya hobi juga loh.

Setelah selesai mengisi daftar riwayat hidup itu saya disuruh ke ruang sebelah untuk rekam sidik jari karena persyaratan skck polres salah satunya adalah rekam sidik jari. Sebelum rekam sidik jari saya di suruh mengisi selembar kartu, seperti anak ujian sekolah, saya mengisinya dengan tekun. Pertanyaanya seputar diri kita. Setelah kita serahkan kertas yang tadi, 5 jari kita akan di cap, setelah di periksa oleh petugas, rekaman sidik jari di berikan oleh petugas dan langsung saja bawa ke unit skck tadi. Setelah rekaman sidik jari kita di terima oleh petugas skck, sekarang kita hanya tinggal menunggu skck kita jadi. Prosrsnya cepat, saya kira gak sampai 5 menit jadi. Biaya mengurus skck yang harus saya bayar sama seperti yang di jelaskan di situs resmi polri adalah Rp.10000 (sepuluh ribu rupiah). Tidak ada biaya tambahan atau pungli yang meresahkan. Baik mulai dari kantor Desa, kecamatan, polsek, sampai polres.Β 

Di sini saya merasa bahwa birokrasi kita mulai berbenah. Pengurusan skck ke polres saya kira semakin mudah meski ini pengalaman pertama saya, apalagi para petugasnya tidak segan membantu. Tapi klo mengenai pengurusan dokumen lain saya tidak tahu ya. Apakah sama?
Dan apakah di wilayah lain pengurusan dokumen juga mudah?
Apa anda punya pengalaman?
Tulis komen di bawah ya πŸ˜€

NB:Jika mau mengurus SKCK ke polres saran saya siapin foto 4×6 yang banyak. Sekitar 15.

Iklan

6 pemikiran pada “MyStory: mengurus SKCK ternyata gak sesulit yang di bayangkan!!!

  1. selama ini stigma pengurusan dokumen2 yang lewat birokrasi memang masih dikesankan ribet, lama dan mahal. padahal jika kita mau membaca aturan mainnya dengan benar, beberapa lembaga pemerintahan sudah banyak yang berbenah dan berubah lebih dari 180 derajat…
    tahun lalu pun saya pernah mengurus ijin2 kantor, yang ketika ditanyakan ke calo minta 8 juta, ternyata setelah dikerjakan sendiri biayanya hanya 600ribu….

    Suka

  2. Jadi ingat perjalanan urus SKCK kemarin. Kebetulan diminta harus dari Mabes Polri. Dan itu menurut saya cukup ribet. Ke RT, RW, kelurahan, polsek, polres, polda hingga Mabes Polri. Berasa keliling Indonesia. Jarak yang tidak dekat membuatnya agak sulit. Bukan berniat membandingkan atau gimana, Di negara tetangga (nggak tetangga juga sih), bikin SKCK cukup datang ke kejaksaan di daerah. Nggak perlu keliling dunia. Coba kalau di Indonesia begitu, akan lebih memudahkan. Jaraknya itu lo…

    Suka

    1. Wah musti ngurus dari mabes juga?
      Itung-itung pengalaman yah..

      Memang pelayanan masyarakat kita musti banyak berbenah supaya memudahkan untuk mengurus sendiri agar calo-calo pada menghilang πŸ˜€

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s