eksekusi mati dan interverensi

ilustrasi merdeka.com

Siapa yang tidak tahu info ini? saat ini anda pasti mendengar berita tentang akan di lakukanya eksekusi mati dua gembong narkoba asal australia yang menyelundupkan narkoba ke negara kita tercinta ini.

mungkin bagi sebagaian orang, eksekusi mati ini terlalu sadis dan melangar hak asasi manusia. tapi, coba anda renungkan, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua orang yang berhasil meracuni bibit masadepan indonesia dengan barang hina yang kita tahu bernama narkoba.

saat orang tua mereka berharap dan berdoa agar anak mereka kelak menjadi orang yang sukses dan berguna baik bagi agama maupun nusa dan bangsa, berharap anak mereka kelak jadi orang yang bisa membangakan orang tua, tapi itu semua hanya tinggal mimpi. anak mereka yang di sayang di racuni oleh kedua orang itu dengan narkoba. bayangkan jika anak itu anak anda.

seperti yang kita tahu, saat ini negara kita darurat narkoba. bahkan, menurut riset di perkirakan setiap hari ada setidaknya 45 orang mati setiap harinya karena narkoba. jika pengedar tidak di hukum, pasti akan lebih banyak orang yang akan mati karena narkoba setiap harinya.

namun sayang, ketegasan indonesia yang menurut saya patut di acungi jempol ini tidak di respons baik oleh sebagian pihak. dengan mengatasnamakan hak asasi manusia, mereka dengan seenaknya coba mengintervensi.

hal yang menurut saya sangat memalukan. dimana kata mereka ingin memberantas narkoba, malah coba melindungi pengedar. ancaman datang dari berbagai penjuru, mulai dari pejabat auatralia Julie Bishop dan Perdana
Menteri (PM) Australia Tonny Abbott melakukan intervensi. bahkan Bishop sampai coba memanaskan urat pemerintah indonesia dengan mengancam akan memboikot rakyatnya untuk mengunjungi indonesia, mereka mungkin lupa jika bulu kuduk australia serasa berdiri saat pemerintah kita mengancam akan membiarkan imigran gelap karena australia ketahuan memata-matai pejabat tinggi kita.

saat terpaan dari pemerintah australia belum reda, intervensi juga datang dari sekjen PBB, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyurati Indonesia dan menelepon Menlu Indonesia untuk menghentikan eksekusi mati gembong narkotika. padahal menurut artikel yang saya baca, penjatuhan hukuman mati di indonesia adalah berdasarkan ketaatan indonesia pada pasal yang di cetuskan dalam Konvensi Narkotika dan Psikotropika tahun 1998.

Konvensi itu intinya bagi negara dapat memaksimalkan efektivitas penegakan hukum dalam kaitan pidana narkotika dan psikotropika dengan memperhatikan kebutuhan untuk mencegah kejahatan dimaksud. perlu di ingat kalo indonesia sekarang sedang darurat markoba.

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia” (pengalan pembukaan UUD 1945)

saya mengambil pengalan ini karena hukum indonesia sudah sejalan dengan UUD. rakyat harus di lindungi dari narkoba, dengan narkoba tidak akan ada kesejahteraan umum, tidak ada orang cerdas dengan narkoba karena narkoba merusak otak,
dan yang terakhir dengan memberantas narkoba indonesia ikut menjaga ketertiban dunia.

narkoba adalah masalah kita semua, mari kita perangi bersama.
mari kita jaga masa depan indonesia. indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s