susah senang jadi petani

ane gak tau mesti nulis apa, ane muter mikir sampe kepala puyeng gak nemu apa yang kira-kira enak untuk di tulis. ane coba telpon pacar untuk cari inspirasi tapi yang jawab operator yang saat itu baru ane inget klo gak punya, mungkin suara merdu operator itu punya khasiat menghilangkan kepikunan, entah lah. tapi yang pasti setelah denger suara operator yang merdu itu ane jadi galau. galau meratapi indahnya hidup ini. udah pacar gak punya gebetan juga tiada, terlintas di pikiran ane kok jones amat yah? klo misalkan ane tau siapa operator yang jawab telpun ane mau gebet. walaupun dia cuma mesin penjawab.

eh, nulis apa sih ane??? kembali ke topik. setelah kira-kira 3menit ane ngegalau tiba-tiba terdengar suara yang memecah ke asrian pagi (pas itu jam 7.30 pas dimana ane baru bangun molor) yang indah dengan kicauan burung.

“leh (pangilan anak cowok khas jawa) bangun terus berangkat kebun” teriak suara itu, klo ane tulis suaranya sepertinya merdu yah, padahal klo kita yang dengerin itu suara seperti gempuran bom di hirosima. suara emak yang memecahkan kegalauan ane “ingeh mak” jawabku seadanya karena nyawa yang belum masuk semua ke raga.

singkat cerita ane sampe di kebun. kebun ane gak begitu besar sih, cukup buat ane sibuk sementara emak ane masak. yap, ane di lahirin di keluarga petani kecil yang sederhana. setiap hari pekerjaan ane membantu orang tua cari rumput di kebun untuk pakan kambing dan sapi yang bapak ternak.

Setelah ane telusuri tuh kebun kecil, ane punya inisiatip. Kenapa tuh kebun gak coba ane tanamin, toh bapak sudah punya tempat lain yang di tanami rumput untuk pakan ternak. Selepas ane pulang ke rumah, ane coba konsultasi ke orang tua untuk tanah itu.

Dengan berbagai usaha dan bujukan, ane akhirnya berhasil membujuk ortu agar di bolehkan mengolah tanah itu. Pikiran ane dari pada ane ngangur, sekolah juga ane enggak, umur 19 tahun klo ngangur gak enak bray, serasa penganti patung pancoran.

Disinilah ane tahu susahnya jadi petani pemula saat ini, cari pekerja sulitnya minta ampun.
Ane cari orang yang mau cangkul tuh tanah kecil sampai kepala puyrng. Ane cari dari desa ke desa, sekitar 5 desa ane kelilingin buat cari orang yang mau kerja cangkul tanah ane. Setelah kira-kira sebulan nyari baru ane nemu siapa orang yang mau cangkul itupun cuma satu orang. Melasnya ane, mau jadi petani sukses aja minta ampun.

Akhir cerita tuh orang ane suruh cangkul tanah ane dan sampe sekarang masih bekerja.
Untuk lanjutan cerita ini ane posting lagi nanti karena ane masih sibuk bibit dan riset hal-hal yang penting.

Klo ada yang tanya pic bilang aja masih di cuci yah.

Iklan

4 pemikiran pada “susah senang jadi petani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s